Sabtu, 12 Agustus 2017

Rotogravure Printing flexible packaging

Saat ini, cetakan pada kemasan fleksibel (flexible packaging) pada umumnya menggunakan dua metode pencetakan : rotogravure dan flexographic. Rotogravure adalah metode cetak yang paling dahulu dan banyak digunakan diseluruh dunia. Teknologi dengan proses dasar gravure juga digunakan untuk : majalah dan publikasi lainnya, katalog, suplemen surat kabar, label, bungkus kado, dinding / lantai, dan berbagai aplikasi pelapisan dengan tingkat presisi tinggi.(link)

Pencetakan kemasan dengan gravure memungkinkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan informasi pada teks, terutama dalam ukuran huruf yang kecil begitu pula pada reproduksi produk seperti fotografi dapat dihasilkan dengan sangat baik.(link)

Proses ini juga digunakan luas terutama untuk kemasan fleksibel berbahan opaque (buram) yakni penggabungan bahan kertas dengan alumunium foil. Ini merupakan media cetak yang sangat baik dan tahan lama sangat cocok untuk produksi dengan skala besar (500.000 impressions atau lebih). Hasil grafik yang bagus dan stabil tentunya dapat menghemat waktu dan biaya(link)

Gravure Proses
Pada proses pencetakan dengan metode gravure, diperlukan silinder yang sudah diukir (engraved) yaitu sell yang berongga  (0,025-0,05 mm) pada permukaan silinder, atau sesuai pesanan.
Distribusi dari volume rongga sel akan menentukan terang atau gelap pada area tertentu pada sebuah gambar, kemudian peralatan cetak mengisi sel silinder tersebut dengan tinta, tinta ini kemudian ditransfer ke substrat dengan dilakukan penekanan terhadap silinder, maka akan muncul pola yang cocok seperti pada pola silindernya.(link)

Gravure Silinder
Karena silinder langsung terjadi kontak baik dengan tinta maupun bahan yang dicetak (substrat), proses penyimpanan, dan penggunaan ini membutuhkan penanganan yang ekstra hati-hati. Silinder-silinder tradisional memiliki inti baja dengan lapisan tembaga di atasnya.(link)
Gambar yang tercetak terdiri dari bentuk heksaginal (atau serupa) yang sebelumnya ditorehkan atau diukir ke permukaan tembaga pada silinder, kepala ukiran terbuat dari berlian, semua dilakukan dengan basis komputer.

Tampilan yang diperbesar dari hasil cetak grafure hufuf "h", Perhatikan pada bagian tepi nampak bergerigi itu mencerminkan sell yang terukir pada permukaan cyinder.

Pada awalnya pembuatan pola pada permukan silinder dimulai dari melapisi permukaan silinder dengan gelatin foto-resist (kertas sensitif terhadap air, berserat, dan dilapisi agar-agar yang peka terhadapcahaya. Kemudian silinder direndam didalam cairan potasium bicromote dan air).  Setelah itu silinder dipapar sinar UV untuk mengeraskan lapisan gelatin resist. Akhirnya larutan klorida besi meng-korosif  lapisan tembaga yang tidak tertutup lapisan pelindung dan menyisakan goresan-goresan atau sel-sel. Ada juga dengan menggunakan semi silcural (bergerigi) yang digunakan untuk mengukir ata mengikis permukaan tembaga dan menyisakan goresa-goresan dan sel-sel sesuai yang dikehendaki .

Baru-baru ini, teknologi laser digunakan untuk mengukir permukaan silinder secara langsung  denga kemampuan reproduksibilitas yang tinggi, dengan metode ini variasi dari diameter silinder, kedalaman, aspek rasio, dan bentuk masing-masing sel dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan data citra digital. (link)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar