Senin, 14 Agustus 2017

Gravure Ink Metering

Istilah "Metering" pada industri percetakan secara umum mengacu kepada pengendalian aplikasi cairan tinta kedalam media cetak yang kemudian tinta tersebut ditransfer ke substrat. Dalam bahasan ini, cairan tinta adalah zat yang terus menerus mengalir dalam suatu penggunaan dengan tekanan dan geser (berada tegak lurus dipermukaan baik dengan cara ditarik atau ditekan). Kecenderungan cairan tinta adalah mengalir dari tempat tinggi ke tempat redah yang mana kecenderungannya dipengaruhi oleh komposisi, mencakup tiga komponen kategori:(Link)



Cross-section (penampang) doctor blade pada metering tinta (Link)


1. Pigment : Warna dari tinta itu sendiri
2. Binder: Matriks kimia yang mampu menerapkan tinta ke substrat dan mengikat pigmen pada keutuhan dimensi matrix.
3. Pengencer: yaitu bahan kimia yang mampu :
    a .menyebabkan tinda dapat tercampur dengan sempurna dan cukup cair selama proses percetakan
    b. berubah fisiknya (seperti menguap) atau berubah kimiawinya (seperti Cross-linking) sehingga membuat         gambar tercetak menjadi solid (ink film) pada substrat.(Link)

Sistem aditif warna (RGB) dalam berbagai proporsi untuk mendapatkan nilai warna tertentu. Perpaduan standar aditif dua  warna sekunder - Cyan (gree+blue), Kelompok kedua terdiri dari tiga standar warna primer (disingkat "CMY").(Link)

Minggu, 13 Agustus 2017

Rotogravure Halftone images

Didalam proses percetakan hususnya dengan metode rotogravure dikenal dengan istilah reproduksi "halftone images", memang pada awal nya rotogravure ditujukan untuk menghasilkan gambar yang baik dengan kualitas fotografi, untuk kemasan dan banyak produk lain yang dihasilkan dari teknik roll-to-roll.
Pencetakan "Halftone images" dengan gravure  sangatlah ideal dengan aplikasi sel-by-sel dari tinta ke substrat.(Link)

Untuk menghasilkan warna terang dari sejumlah warna, pada metode gravure hakekatnya hanya mengelabui mata dalam memahami jajaran titik-titik sebagai rangkaian transisi gradasi yang halus, dimana pada jarak tertentu pengamatan kehilangan kemampuan melihat titik-titik secara individual dari satu dengan yang lainnya, seiring dengan mengecilnya ukuran titik-titik tersebut.(Link)

Kanan: Variasi nada abu-abu dilakukan dengan titik-titik hitam dengan berbagai ukuran tercetak di latar belakang putih.
Kiri: tampilan yang diperbesar dari berbagai ukuran titik hitam yang menyebabkan efek di sebelah kanan

Titik-titik tersebut jika diatur dengan benar akan nampak satu kesatuan yang konyinum dan lembut, sama halnya dengan titik-titik hitam yang tercetak dalam substrat berwarna putih akan nampak seperti abu-abu. Artinya mengatur ketebalan dari titik-titik dan lokasi penempatannya akan memberikan efek perobahan cahaya dari warna tinta.(Link)

Pada kisaran ini titik-titik serupa dengan konsep film yakni membagi grid gambar menjadi titik-titik yang bervariasi ukurannya, pada film yang berlapis emulsi  dihasilkan dari partikel-partikel kecil metalik. secara umum gambaran tersebut dinamakan "halftone images".(Link)

Sabtu, 12 Agustus 2017

Rotogravure Printing flexible packaging

Saat ini, cetakan pada kemasan fleksibel (flexible packaging) pada umumnya menggunakan dua metode pencetakan : rotogravure dan flexographic. Rotogravure adalah metode cetak yang paling dahulu dan banyak digunakan diseluruh dunia. Teknologi dengan proses dasar gravure juga digunakan untuk : majalah dan publikasi lainnya, katalog, suplemen surat kabar, label, bungkus kado, dinding / lantai, dan berbagai aplikasi pelapisan dengan tingkat presisi tinggi.(link)

Pencetakan kemasan dengan gravure memungkinkan untuk mengurangi terjadinya kesalahan informasi pada teks, terutama dalam ukuran huruf yang kecil begitu pula pada reproduksi produk seperti fotografi dapat dihasilkan dengan sangat baik.(link)

Proses ini juga digunakan luas terutama untuk kemasan fleksibel berbahan opaque (buram) yakni penggabungan bahan kertas dengan alumunium foil. Ini merupakan media cetak yang sangat baik dan tahan lama sangat cocok untuk produksi dengan skala besar (500.000 impressions atau lebih). Hasil grafik yang bagus dan stabil tentunya dapat menghemat waktu dan biaya(link)

Gravure Proses
Pada proses pencetakan dengan metode gravure, diperlukan silinder yang sudah diukir (engraved) yaitu sell yang berongga  (0,025-0,05 mm) pada permukaan silinder, atau sesuai pesanan.
Distribusi dari volume rongga sel akan menentukan terang atau gelap pada area tertentu pada sebuah gambar, kemudian peralatan cetak mengisi sel silinder tersebut dengan tinta, tinta ini kemudian ditransfer ke substrat dengan dilakukan penekanan terhadap silinder, maka akan muncul pola yang cocok seperti pada pola silindernya.(link)

Gravure Silinder
Karena silinder langsung terjadi kontak baik dengan tinta maupun bahan yang dicetak (substrat), proses penyimpanan, dan penggunaan ini membutuhkan penanganan yang ekstra hati-hati. Silinder-silinder tradisional memiliki inti baja dengan lapisan tembaga di atasnya.(link)
Gambar yang tercetak terdiri dari bentuk heksaginal (atau serupa) yang sebelumnya ditorehkan atau diukir ke permukaan tembaga pada silinder, kepala ukiran terbuat dari berlian, semua dilakukan dengan basis komputer.

Tampilan yang diperbesar dari hasil cetak grafure hufuf "h", Perhatikan pada bagian tepi nampak bergerigi itu mencerminkan sell yang terukir pada permukaan cyinder.

Pada awalnya pembuatan pola pada permukan silinder dimulai dari melapisi permukaan silinder dengan gelatin foto-resist (kertas sensitif terhadap air, berserat, dan dilapisi agar-agar yang peka terhadapcahaya. Kemudian silinder direndam didalam cairan potasium bicromote dan air).  Setelah itu silinder dipapar sinar UV untuk mengeraskan lapisan gelatin resist. Akhirnya larutan klorida besi meng-korosif  lapisan tembaga yang tidak tertutup lapisan pelindung dan menyisakan goresan-goresan atau sel-sel. Ada juga dengan menggunakan semi silcural (bergerigi) yang digunakan untuk mengukir ata mengikis permukaan tembaga dan menyisakan goresa-goresan dan sel-sel sesuai yang dikehendaki .

Baru-baru ini, teknologi laser digunakan untuk mengukir permukaan silinder secara langsung  denga kemampuan reproduksibilitas yang tinggi, dengan metode ini variasi dari diameter silinder, kedalaman, aspek rasio, dan bentuk masing-masing sel dapat dilakukan secara mandiri dengan menggunakan data citra digital. (link)