Didalam proses percetakan hususnya dengan metode rotogravure dikenal dengan istilah reproduksi "halftone images", memang pada awal nya rotogravure ditujukan untuk menghasilkan gambar yang baik dengan kualitas fotografi, untuk kemasan dan banyak produk lain yang dihasilkan dari teknik roll-to-roll.
Pencetakan "Halftone images" dengan gravure sangatlah ideal dengan aplikasi sel-by-sel dari tinta ke substrat.(Link)
Untuk menghasilkan warna terang dari sejumlah warna, pada metode gravure hakekatnya hanya mengelabui mata dalam memahami jajaran titik-titik sebagai rangkaian transisi gradasi yang halus, dimana pada jarak tertentu pengamatan kehilangan kemampuan melihat titik-titik secara individual dari satu dengan yang lainnya, seiring dengan mengecilnya ukuran titik-titik tersebut.(Link)
Titik-titik tersebut jika diatur dengan benar akan nampak satu kesatuan yang konyinum dan lembut, sama halnya dengan titik-titik hitam yang tercetak dalam substrat berwarna putih akan nampak seperti abu-abu. Artinya mengatur ketebalan dari titik-titik dan lokasi penempatannya akan memberikan efek perobahan cahaya dari warna tinta.(Link)
Pada kisaran ini titik-titik serupa dengan konsep film yakni membagi grid gambar menjadi titik-titik yang bervariasi ukurannya, pada film yang berlapis emulsi dihasilkan dari partikel-partikel kecil metalik. secara umum gambaran tersebut dinamakan "halftone images".(Link)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar